Mendekati Akhir Hayat Mobil Listrik Pertama di Dunia

Mendekati Akhir Hayat Mobil Listrik Pertama di Dunia

Mendekati Akhir Hayat Mobil Listrik Pertama di Dunia, Mitsubishi Motors disampaikan akan stop menghasilkan mobil listrik pertama kalinya, i-MiEV, sebab tidak lagi dapat berkompetisi di pasar global. Nikkei menyampaikan kabar penghentian itu dilaksanakan tercepat di akhir tahun fiskal 2020, yaitu 31 Maret 2021. I-MiEV tidak hanya mobil listrik pertama Mitsubishi, dan juga mobil listrik pertama di dunia yang dibuat massal. Mitsubishi mulai jual i-MiEV pada 2009, semakin lebih dahulu daripada banyak produsen di dunia yang sekarang tertarik membuat mobil tanpa ada emisi bahan bakar.

Walau demikian, saat banyak mobil listrik serta pilihan bahan bakar sudah masuk di pasar, i-MiEV tidak dapat lagi berkompetisi. Di tahun fiskal 2019, i-MiEV disebutkan hanya laris beberapa ratus unit di penjuru dunia. Sumber Nikkei yang mengenali mengenai i-MiEV menjelaskan rekonsilasi sudah dibikin Mitsubishi untuk akhiri produksinya pada Maret 2021. Fakta yang lain menjadi perhatian yakni sekarang konsentrasi Mitsubishi pada kendaraan socket-in hybrid (PHEV) serta meningkatkan kendaraan listrik baru bersama-sama rekanan koalisinya, Nissan.

Kecuali i-MiEV, Mitsubishi diketahui merencanakan tutup sarana produksi SUV Pajero di Sakahogi, prefektur Gifu, Jepang. Pabrik disebutkan akan ditutup pada 2023, sesaat produksi Pajero akan disetop pada 2021. I-MiEV tidak sempat dipasarkan di Indonesia, tetapi mobil ini sempat disumbangkan Mitsubishi untuk peningkatan mobil listrik di negeri. Pada Februari 2018 Mitsubishi memberi sumbangan dua unit i-MiEV serta delapan unit Outlander PHEV ke Kementerian Perindustrian untuk peningkatan infrastruktur kendaraan listrik.

Lantas pada Oktober 2019, Mitsubishi memberikan i-MiEV untuk alat uji peningkatan pemenuhan baterei kendaraan listrik di Pulau Sumba. Mitsubishi bekerja bersama dengan Tubuh Pengkajian serta Implikasi Tehnologi (BPPT), PLN, meningkatkan energi panel surya di Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Bilacenge, Sumba Barat Daya. Energi dari panel surya itu dipakai untuk isi baterei kendaraan listrik memakai alat pemenuhan daya cepat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*